CITA-CITA BERSAMA TENTANG GEREJA

a)  Yang dimaksud dengan “cita-cita bersama tentang Gereja” adalah konsep, sifat, keadaan, atau gambaran ideal yang diharapkan, diimpikan, didambakan atau dicita-citakan tentang Gereja dan situasi umat, yang di masa depan diharapkan terwujud di segala lini menjemaat Gereja Keuskupan Surabaya.

b)   Cita-cita tersebut diangkat sebagai “payung bersama” bagi gerak langkah segenap umat Keuskupan Surabaya. Ini penting untuk dilakukan dalam konteks menggereja Keuskupan Surabaya yang diwarnai oleh keaneka-ragaman.

c)    Dengan memiliki cita-cita bersama, dalam kurun waktu tertentu segenap umat dapat melangkah dalam satu semangat dan keserempakan kerja. Rumusan cita-cita bersama juga menjadi “alat komunikasi” dan “bahasa bersama” bagi seluruh umat dalam membingkai keaneka-ragaman yang ada.

 

PRIORITAS PROGRAM BIDANG PASTORAL

a) Yang dimaksud dengan “bidang pastoral” adalah berbagai bidang hidup menggereja yang dinilai penting dan mendapat perhatian khusus dalam karya pastoral paroki dan Keuskupan. Perhatian khusus ini tercermin dari dibentuknya seksi di Dewan Pastoral Paroki (DPP) atau komisi di Keuskupan. Sedangkan yang dimaksud dengan “prioritas program bidang pastoral” adalah prioritas dalam bidang pastoral atau bidang khas hidup menggereja, atau hal-hal yang perlu diutamakan dalam karya pastoral dan hidup menggereja pada umumnya. Pengutamaan ini diwujudkan melalui berbagai kegiatan konkret dalam kurun waktu tertentu.

b) Prioritas program dalam suatu bidang pastoral dipilih karena memiliki nilai strategis bagi terwujudnya cita-cita bersama. Dalam upaya mewujudkan cita-cita bersama, hal-hal yang sudah diprioritaskan tersebut tidak boleh dilewatkan, malahan perlu diperjuangkan agar berada dalam keadaan sebaik-baiknya pada setiap bidang pastoral terkait.

c)  Prioritas program yang berupa konsep, perlu diterjemahkan dalam kegiatan konkret. Sementara itu, setiap kegiatan konkret membutuhkan pengelolaan yang tepat, meliputi perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan tindak-lanjutnya. Pengelolaan tersebut perlu dilakukan dengan cermat, tekun dan dalam sinergi dengan kegiatan bidang pastoral yang lain.

 

NILAI-HIDUP, PRINSIP ATAU SEMANGAT MOTIVASIONAL

a)  Yang dimaksud dengan “nilai-hidup, prinsip atau semangat motivasional” adalah nilai, prinsip atau semangat hidup yang terdapat dalam batin manusia, sebagai potensi-potensi manusiawi dan ilahi dalam aneka dimensi, yang dapat dijadikan daya dorong atau motivasi bersama dalam merealisasi program-program.

b)  Nilai-hidup tersebut dirumuskan untuk membantu umat dalam mengenali nilai, semangat atau prinsip yang perlu dihayatinya. Penghayatan bersama akan nilai-nilai tersebut menumbuh-kembangkan pengalaman “sehati seperasaan” di antara segenap umat, saat mengalami suka duka dalam mewujudkan cita-cita bersama hidup menggereja.

c)  Nilai-hidup, prinsip atau semangat ini menjadi pijakan dan motivasi bagi umat dan pelaksana program, agar pelaksanaan program dapat berjalan lebih baik. Adanya nilai-hidup, prinsip atau semangat ini juga membantu umat dan aktivis Gereja untuk melihat kedalaman dan kekayaan hidup yang terkandung dalam setiap hal strategis yang ada dalam prioritas program. Dengan demikian, setiap kali prioritas program dijabarkan dalam kegiatan-kegiatan konkret, berlangsung pula proses pembatinan nilai-nilai tertentu. Bila  saatnya program dan kegiatan berlalu, maka jejak-jejak dan maknanya tetap lestari dalam batin umat dan pelaksana program serta aktivis Gereja, dalam bentuk nilai-nilai yang sudah terbatinkan.